Mapala Ancalas Gelar Kegiatan Wajib Gunung di Gunung Sindoro

Sumber foto: Dokumentasi resmi Mapala Ancalas

CIREBON, AKSARA — Mapala Ancalas menyelenggarakan kegiatan wajib gunung (WAGUN) yang berlangsung pada 27-29 Maret 2026 di Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, via jalur Alang-alang Sewu. Seluruh anggota penuh dan anggota muda mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari proses pembinaan organisasi.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan medan gunung dan hutan kepada anggota muda Mapala Ancalas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu tahapan penting yang harus anggota muda lalui sebelum menjadi anggota penuh.

Panitia mempersiapkan kegiatan ini selama satu bulan lamanya sebelum waktu pelaksanaan. Persiapan meliputi penentuan rute perjalanan, logistik, serta penentuan jalur pendakian di Gunung Sindoro. Persiapan ini dilakukan untuk memastikan kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

Selama kegiatan berlangsung, suasana kekeluargaan terasa kuat antara anggota penuh dan anggota muda. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan membangun kebersamaan serta kekompakan antar para anggota.

Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya mental anggota muda yang lebih kokoh serta meningkatnya kepekaan terhadap lingkungan dan sesama. Para peserta juga merasakan kebahagiaan karena berhasil mencapai puncak Gunung Sindoro dengan ketinggian 3.153 mdpl.

Keberhasilan menyelesaikan salah satu tahap penting menuju status anggota penuh juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi para peserta.

Perjalanan yang melelahkan saat menuruni gunung via jalur Alang-alang Sewu menjadi bagian dari pengalaman berharga yang mempererat solidaritas dan memperkuat jiwa kepemimpinan.

Ketua pelaksana, Haddad Mulya Ramadhan, menyampaikan pesan kepada seluruh anggota muda Mapala Ancalas untuk tetap semangat dalam berorganisasi dan bermapala, karena mereka masih harus melalui banyak tahapan untuk menjadi anggota penuh. Ia menekankan agar tidak patah semangat dan tetap tabah sampai akhir. Ia menambahkan, “Sekali kalian bermapala maka kalian adalah mapala sampai kalian terkubur di dalam tanah. Salam lestari”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *