
CIREBON, AKSARA – Dampak kurang tidur dapat memengaruhi kesehatan dan aktivitas sehari-hari, terutama jika terjadi secara terus-menerus. Padahal, tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang sangat penting, tetapi masih sering diabaikan.
Kebutuhan tidur pada setiap individu berbeda, tergantung pada usia dan kondisi tubuh. Rekomendasi National Sleep Foundation menunjukkan bahwa bayi membutuhkan waktu tidur sekitar 14 hingga 17 jam per hari, sedangkan anak usia sekolah memerlukan 9 hingga 11 jam. Remaja umumnya membutuhkan 8 hingga 10 jam tidur, sementara orang dewasa disarankan tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam. Pada usia lanjut, kebutuhan tidur berkisar antara 7 hingga 8 jam. Selain itu, kualitas tidur juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan (Kompas.com, 2026).
Dampak Kurang Tidur dan Manfaat Tidur yang cukup
Tidur yang cukup memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan pikiran, di antaranya:
1. Memperkuat sistem kekebalan tubuh
Tidur dan istirahat yang cukup dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan imunitas tubuh yang kuat, tubuh tidak akan mudah terserang berbagai penyakit.
2. Memperbaiki suasana hati
Waktu tidur yang cukup dapat meningkatkan energi, sehingga kita menjadi lebih bersemangat serta dapat memperbaiki suasana hati dan membuat tubuh lebih segar dan bahagia.
3. Mengurangi stres
Saat tidur, otak berusaha membantu tubuh menjadi lebih rileks. Proses ini dapat mengurangi rasa stres yang dirasakan seharian.
4. Menjaga kesehatan jantung
Saat tidur, detak jantung akan menurun. Tidur yang cukup setiap malam dapat membantu jantung berdetak secara normal.
Sebaliknya, kekurangan waktu tidur dapat memberikan berbagai dampak negatif bagi tubuh dan aktivitas sehari-hari, di antaranya:
1. Mudah merasa lelah
Seseorang yang tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup cenderung merasa lelah dan tidak bertenaga.
2. Sulit untuk fokus
Kurang tidur dapat menyebabkan kesulitan berkonsentrasi sehingga aktivitas sehari-hari menjadi tidak maksimal.
3. Emosi tidak stabil
Dari segi emosional, kondisi ini dapat membuat seseorang lebih mudah marah atau sensitif.
4. Dapat menyebabkan masalah kesehatan
Dalam jangka panjang, kurang tidur dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Contohnya, seseorang bisa merasa mengantuk di siang hari dan kesulitan berpikir dengan jernih.
Kurang tidur dapat disebabkan oleh berbagai kebiasaan yang sering dilakukan. Salah satunya adalah penggunaan ponsel yang berlebihan, terutama sebelum tidur. Banyak orang juga terbiasa begadang untuk menonton film, bermain game, atau melakukan aktivitas lainnya. Selain itu, jadwal tidur yang tidak teratur dapat membuat tubuh sulit beradaptasi dengan waktu istirahat yang ideal. Faktor lain seperti overthinking juga dapat mengganggu kualitas tidur karena pikiran yang terus aktif membuat seseorang sulit untuk tertidur.
Untuk mengatasi masalah kurang tidur, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah dengan mengatur waktu tidur secara teratur setiap hari. Mengurangi penggunaan ponsel sebelum tidur juga penting agar tubuh lebih mudah merasa rileks. Selain itu, membiasakan diri untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama dapat membantu menjaga ritme tubuh. Menciptakan suasana kamar yang nyaman, seperti pencahayaan yang redup dan lingkungan yang tenang, juga dapat meningkatkan kualitas tidur.