
CIREBON, AKSARA — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon mengadakan Festival Ramadhan 1447 H/2026 dengan tema “Ngabuburit di Festival Ramadhan 2026”. Kegiatan ini bertujuan untuk menyambut bulan suci Ramadhan sekaligus memperkenalkan seni budaya lokal kepada masyarakat luas.
Kegiatan tersebut berlangsung dari 18 Februari hingga 18 Maret 2026 di Balaikota Cirebon. Selama pelaksanaannya, pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan, seperti seni tari, musik religi, akustik, serta penampilan seni lainnya.
Di tengah rangkaian kegiatan, tepatnya pada tanggal 20 Februari 2026, UKM Simfoni Jiwa turut memeriahkan kegiatan tersebut melalui penampilan monolog. Diki Rijki dan Fajar Rizky Nurfaidah (Kiki) membawakan monolog bertema ‘Cirebon Kota Berbudaya’ yang mengangkat keberagaman budaya Kota Cirebon. Penampilan mereka berjalan dengan lancar dan penuh penghayatan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh ruang untuk menampilkan berbgai bakat dan kreativitasnya di hadapan khalayak yang lebih luas.
Peran UMKM dalam Festival Ramadhan 2026
Selain penampilan kesenian, kegiatan ini juga mendorong perputaran ekonomi lokal dengan menghadirkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengisi lapak sepanjang Jalan Siliwangi. Sebanyak 498 pelaku UMKM terlibat, dan kegiatan ini akan berlangsung setiap hari mulai pukul 15.00 WIB hingga 04.00 WIB selama bulan Ramadhan. (Kompas.com).
Selain itu, karena festival ini merupakan penyelenggaraan perdana, pihak penyelenggara berencana melakukan evaluasi secara berkala setiap pekan guna memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik (ANTARA).
Pemerintah juga mengharapkan kerja sama dari para pengunjung dan pedagang. Dengan menjaga keamanan, ketertiban, serta kebersihan agar kegiatan dapat berlangsung dengan nyaman bagi semua pihak yang terlibat.
Terselenggaranya kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas seni, dan pelaku UMKM. Festival Ramadhan ini turut mempererat semangat kebersamaan serta pelestarian budaya lokal di masyarakat Kota Cirebon. Kegiatan serupa diharapkan terus digelar pada tahun-tahun berikutnya sebagai wadah ekspresi seni dan sekaligus penggerak ekonomi kreatif di Kota Cirebon.
Demi menunjang kenyamanan pengunjung. Festival ini dipersiapkan dengan optimal, dari tata cahaya penerangan yang memadai, tim kebersihan, pos penjagaan keamanan, serta rekyasa penempatan sejumlah titik kantong parkir yang sudah dikoodinasikan untuk menampung tingginya antusiasme warga maupun wisatawan.
Melalui terselengaranya festival ini, memberikan dampak yang besar bagi para pelaku UMKM, agar roda perekonomian para pelaku UMKM ini dapat terus berputar dan meningkat pesat selama bulan puasa. disisi lain kekayaan seni dan tradisi khas Cirebon dapat terus bertahan, dinikmati dan peran anak muda yang masih melestarikan kebudayaannya. dilangsir dari DISBUDPAR
23/02/2026