
Lailatul Qadar, terkenal juga sebagai Lailat al-Qadr (لَيْلَةِ الْقَدْرِ). Yang merupakan malam paling suci dan penuh keagungan dalam ajaran Islam, yang biasanya terjadi di salah satu dari sepuluh malam akhir bulan Ramadan.
Khususnya pada malam-malam ganjil semisal tanggal 21, 23, atau 27. Sebagaimana tertuang jelas dalam Surah Al-Qadr ayat 1-5 yang menyatakan bahwa setiap amal ibadah pada malam tersebut bernilai jauh lebih tinggi. Ketimbang seribu bulan kalender biasa.
Yaitu berarti satu malam pengabdian mutlak di sini bisa menyamai ganjaran spiritual lebih dari 83 tahun beribadah tanpa putus (Wikipedia: Lailatulqadar).
Keistimewaan dan Suasana Malam Lailatul Qadar
Pada saat sakral yang luar biasa itu, gelombang malaikat langit yang dipimpin Jibril mengalir deras ke muka bumi. Membawa banjir rahmat tanpa ujung, limpahan berkah berlimpah, dan keputusan akhir takdir setahun penuh bagi semua ciptaan atas kuasa Allah SWT.
Dengan ciri khas seperti suasana tenang yang begitu mendalam menyentuh sanubari, sinar langit redup tapi bercahaya halus simbolis. Hembusan dingin yang meresap ke tulang, berkurangnya godaan dari jin dan setan pengacau, serta atmosfer tenteram yang secara spontan memotivasi umat Muslim.
Untuk mengoptimalkan ikatan batin dengan Tuhan melalui salat Tahajud ekstensif secara beramai-ramai sampai hampir fajar. Berlaku itikaf kontinyu di tempat suci masjid, membaca Al-Quran lambat penuh makna dan rasa, pengagungan Tuhan beramai-ramai tak berkesudahan.
Plus pemberian infak murni dari jiwa. Semua strategi ini terfokuskan untuk meminta maaf dosa menyeluruh lampau maupun mendatang. Sesuai firman Rasulullah SAW: “Siapa yang mengaktifkan malam Lailatul Qadar penuh keyakinan sambil mengharap imbalan Allah saja, maka seluruh salahnya sebelumnya hapus seketika (HR. Bukhari-Muslim).
Makna Kata “Qadar” Menurut Quraish Shihab
Quraish Shihab memaparkan bahwa ungkapan Qadar (قﺩﺭ) sesuai konteks ayat-ayat suci Al-Qur’an. Melahirkan tiga interpretasi inti yang terintegrasi erat untuk menambah kedalaman makna malam istimewa ini.
Pertama, qadar sebagai wujud penentuan serta tata kelola langsung Allah sehingga Lailat Al-Qadar. Termaknai sebagai saat ketetapan lintasan hidup umat manusia tahun depan dilemparkan, seperti ilustrasi gamblang di Surah Ad-Dukhan ayat 3-5. Yang mengisahkan malam penguraian semua hal bijak sebagai keputusan utama.
Kedua, qadar sebagai simbol kebesaran dan penghargaan. Karena malam ini ternilai eksklusif. Jadi detik awal aliran wahyu Al-Qur’an pedoman kekal manusia abadi. Seperti penerapan qadar soal penghormatan di Surah Al-An’am ayat 91 yang mengkritik kaum musyrik lantaran gagal menghormati Allah layaknya mestinya ketika klaim bahwa Allah tak pernah beri turun apapun ke kaum manusia.
Ketiga, qadar sebagai rasa padat atau kepenuhan ekstrem. Sebabkan arus malaikat banjir turun ke daratan sebagaimana tertulis tegas di Surat Al-Qadr. Sejalan dengan ilustrasi Surah Ar-Ra’d ayat 26 yang manfaatkan qadar gambarkan Allah SWT yang perluas atau tekan rezeki hamba-hamba-Nya tepat hikmah-Nya mutlak (Wikipedia: Lailatulqadar).
Amalan yang Dianjurkan pada Lailatul Qadar
Komunitas Muslim secara luas terdesak giat berjejak dan eksploitasi penuh Lailatul Qadar. Lewat program ibadah hiper intens sepanjang 10 malam tutup Ramadan. Targetkan malam ganjil pakai ritual sunnah holistik semisal salat witr, jalankan totalitas konsentrasi sampai flawless.
Pengantar doa ekstensif gampang dikabul penuh optimisme rendah hati. Itikaf nonstop di zona ibadah berkat. Hafal Al-Quran bab per bab pahami dalem hayati jiwa. Pengagungan tahmid takbir istighfar kolektif geter roh. Tambah donasi deras dari penghasilan sah.
Paket megah ini susun pintar sapu ganjaran multiplikasi jumlahnya infinite. Karena event tahunan langka priceless cuma mampir setahun sebagai aset akhirat premium bijak. Untuk siapa saja mukmin kelaparan pengampunan salah, restu Tuhan, dan derajat abadi lintas perjalanan batin umur duniawi.