Cirebon, Aksara – Tren kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di tingkat global turut berdampak pada kebijakan energi di berbagai negara, termasuk Vietnam dan Indonesia. Di tanah air, sejumlah perusahaan penyedia BBM seperti Pertamina, Shell Indonesia, BP-AKR, dan Vivo Energy Indonesia mulai menyesuaikan harga di SPBU per 1 Maret 2026.

Langkah penyesuaian ini berdampak langsung pada kenaikan harga beberapa jenis BBM non-subsidi di SPBU Pertamina. Sebagai contoh, harga Pertamax (RON 92) yang sebelumnya Rp11.800 pada Februari kini resmi menjadi Rp12.300 per liter. Selain itu, Pertamax Green (RON 95) juga mengalami peningkatan harga menjadi Rp12.900 per liter dari harga awal Rp12.450.
Kenaikan harga tersebut juga menyasar jenis bahan bakar lainnya. Saat ini, Pertamax Turbo seharga Rp13.100 per liter. Sementara itu, varian diesel seperti Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing naik ke angka Rp14.200 dan Rp14.500 per liter.
Landasan Aturan dan Kebijakan Pemerintah
Pihak Pertamina menyatakan bahwa penyesuaian harga ini sepenuhnya mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Aturan tersebut menjadi dasar utama dalam mengubah formula harga dasar bensin dan solar untuk menentukan harga jual eceran di SPBU.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi demi kebutuhan harian masyarakat. Di sisi lain, harga BBM non-subsidi kini lebih ditentukan secara berkala melalui mekanisme pasar dan formula resmi pemerintah.
Meskipun terjadi fluktuasi pada jenis non-subsidi, harga BBM subsidi dipastikan tidak mengalami perubahan. Pertalite masih tetap dengan harga Rp10.000 per liter, sedangkan Solar Subsidi tetap Rp6.800 per liternya. SPBU swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo juga menerapkan penyesuaian harga sejak awal Maret.
Stabilitas Harga BBM per 1 April 2026
Berbeda dengan dinamika di bulan sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk tidak mengubah harga BBM di dalam negeri per Rabu, 1 April 2026. Kebijakan ini berlaku menyeluruh untuk jenis BBM subsidi maupun non-subsidi di seluruh SPBU milik PT Pertamina (Persero).
Keputusan tersebut ditegaskan kembali oleh Menteri Bahlil pada Selasa (31/3/2026). Beliau menyatakan bahwa harga BBM per 1 April akan tetap mengikuti skema harga yang berlaku pada bulan Maret. Konfirmasi serupa juga datang dari Pertamina Patra Niaga yang mengumumkan bahwa tidak ada perubahan harga untuk Pertamax Series maupun Dex Series.
Komitmen Distribusi dan Layanan Energi
Dalam menghadapi dinamika pasar, Pertamina terus melakukan berbagai upaya strategis dan optimalisasi distribusi. Langkah ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan energi bagi seluruh lapisan masyarakat tetap terjaga dengan baik.
Unit bisnis Pertamina Patra Niaga juga berkomitmen untuk bekerja secara maksimal dalam memberikan layanan yang andal. Fokus utama perusahaan saat ini adalah mengedepankan kesinambungan distribusi energi nasional di tengah tantangan global yang ada.