Cirebon, AKSARA – Pada tanggal 20–21 Oktober 2025, empat anggota UKM Pers Mahasiswa AKSARA, yaitu Arini Nur Fadilah, Syifa Aulia, Titin Agustin, dan Windiani Fasha ikut serta dalam kegiatan workshop penulisan dan konten kreatif, sekaligus seminar nasional yang Mubadalah Goes to Community adakan. Kegiatan hari pertama berlangsung di Hotel Grand Tryas, sedangkan hari kedua di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Workshop ini merupakan bagian dari upaya Mubadalah Goes to Community dalam mendorong literasi inklusif dan advokasi hak-hak penyandang disabilitas.
Workshop Penulisan dan Konten Kreatif
Kegiatan ini melibatkan 35 peserta, terdiri dari 25 penulis dan 10 konten kreator, yang terpilih melalui seleksi dari penulis muda berusia 18–30 tahun. Pada hari pertama, kegiatan dimulai dengan sesi Brainstorming Realitas Sosial dan Pemanfaatan Media Sosial untuk Isu Disabilitas, dipandu oleh narasumber Abdulloh dan Vevi Alfi Maghfiroh serta moderator A. Fahmi Latief Putra dan Aida Nafisah. Pada sesi ini, peserta mendalami bagaimana isu disabilitas muncul di realitas sosial serta cara memanfaatkan media sosial secara efektif untuk menyuarakan hak-hak penyandang disabilitas. Kegiatan berlanjut dengan kelas praktik menulis dan konten kreatif.
Pada kelas menulis artikel populer ala Mubadalah yang SEO-friendly, dengan narasumber Zahra Amin dan Fachrul Misbahudin, bersama moderator Musthofa, membimbing peserta untuk mengasah keterampilan menulis artikel populer yang mudah diakses dan relevan. Sementara di kelas konten kreatif, dengan narasumber Vevi Alfi Maghfiroh dan Fitri Nurajizah bersama moderator Aida Nafisah mengajarkan pengelolaan media sosial dan pembuatan konten kreatif yang inklusif. Pada malam hari, peserta melakukan sesi praktik menulis dan konten kreatif bersama tim Mubadalah untuk langsung menerapkan ilmu yang mereka peroleh.
Seminar Nasional dan Advokasi Isu Disabilitas
Pada hari kedua, peserta mengikuti seminar nasional yang menghadirkan narasumber inspiratif dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, aktivis, dan pemangku kebijakan. Seminar ini mengangkat tema “Perspektif Keulamaan dalam Penguatan Hak-Hak Disabilitas di Indonesia”, membahas isu disabilitas bukan sekadar keterbatasan fisik, tetapi juga tantangan sosial dan budaya yang membutuhkan ruang hidup yang inklusif dan berkeadilan. Para narasumber menekankan pentingnya menggeser paradigma dari pendekatan medis yang sering menempatkan difabel sebagai objek belas kasihan, menuju pendekatan sosial yang menghargai hak, martabat, dan kemanusiaan setiap individu.
Pembicara utama dan narasumber, antara lain Ketua MM KUPI Dra. Nyai Hj. Badriyah Fayumi, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof. Dr. Aan Jaelani, serta aktivis disabilitas dari Komnas dan organisasi keagamaan, berbagi pengalaman dan strategi advokasi yang dapat peserta terapkan dalam menulis artikel dan membuat konten kreatif. Selain mendengarkan pemaparan, peserta juga aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dan diskusi, sehingga memperoleh pemahaman langsung mengenai isu hukum, sosial, dan keagamaan terkait hak-hak penyandang disabilitas.
Workshop ini mendorong peserta meningkatkan kemampuan menulis sekaligus menjadi agen literasi yang menyebarkan inklusivitas dan advokasi disabilitas, sejalan dengan semangat KUPI II dalam mendorong kesetaraan, keadilan, dan penerimaan terhadap kelompok rentan.
jika ingin membaca via pdf klik disini
Pelatihan-Bersama-Mubadalah.id_